Penentuan Nilai SPF pada Serum Fraksi Etil Asetat Ekstrak Etanol Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdarifa L.)
DOI:
https://doi.org/10.373013/0c0qrh09Keywords:
bunga rosela, fraksi etil asetat, SPF, SerumAbstract
Fraksi etil asetat ekstrak etanol kelopak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) mempunyai nilai SPF 13,83±1,50 yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak etanolnya. Sehingga dengan nilai SPF tersebut, fraksi etil asetat ekstrak etanol bunga rosela dapat dimanfaatkan sebagai tabir surya. Salah satu sediaan kosmetika yang berkembang saat ini adalah serum. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan fraksi etil asetat kelopak bunga rosela ke dalam sediaan serum yang mempunyai mutu fisik yang baik dengan variasi konsentrasi xanthan gum dan ditetapkan nilai SPFnya. Penelitian diawali dengan pembuatan ekstrak etanol kelopak bunga rosela. Kemudian dilakukan fraksinasi (ekstraksi cair-cair) menggunakan pelarut yang polaritasnya berbeda yaitu n-heksana dan etil asetat. Selanjutnya fraksi etil asetat diformulasikan ke dalam sediaan serum dengan variasi konsentrasi xanthan gum berturut-turut 0,3%; 0,6% dan 1,2% kemudian diuji mutu fisik dan stabilitasnya. Tahapan selanjutnya adalah penentuan nilai SPF sediaan serum tersebut dengan menggunakan metode spektrofotometri UV dan perhitungannya dengan persamaan Mansur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serum fraksi etil asetat ekstrak etanol kelopak bunga rosela dapat dibuat sediaan serum dengan mutu fisik yang baik meliputi organoleptis, viskositas, pH dan homogenitasnya. Serum fraksi etil asetat ekstrak etanol bunga rosela formula 1, 2 dan 3 mempunyai nilai SPF berturut-turut F1 yaitu 6,8595 ± 0,08 yang termasuk potensi perlindungan sedang; F2 yaitu 7,0089 ± 0,17; dan F3 yaitu 8,2251 ± 0,32 dengan potensi perlindungan ekstra. Variasi konsentrasi xanthan gum dalam formula serum berpengaruh terhadap mutu fisik viskositas dan potensi tabir surya sediaan.






