KAJIAN ETNOFARMASI PENGGUNAAN TUMBUHAN OBAT SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN DIARE OLEH MASYARAKAT SUKU OSING DUSUN KRAJAN
DOI:
https://doi.org/10.373013/rn63em44Keywords:
Etnofarmasi, Suku Osing, Pengobatan DiareAbstract
Diare merupakan penyakit yang keberadaanya masih menjadi masalah kesehatan dunia termasuk Indonesia. Diare masuk 10 besar penyakit yang masih sering terjadi dan berada pada peringkat ke-5 di Suku Osing. Masyarakat suku Osing melakukan pengobatan diare dengan memanfaatkan tumbuhan sebagai tanaman obat yang digunakan secara turun temurun. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan etnofarmasi pada suku Osing sebagai kajian pendahuluan untuk pengembangan pengobatan tradisional yang dilakukan suku Osing sebagai obat herbal terstandar atau fitofarmaka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengambilan sampel secara snowball sampling melalui wawancara open-ended interview dengan pengisian lembar informasi informan dan melibatkan 22 informan masyarakat dari suku Osing, Dusun Krajan, Kemiren, Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur. Hasil penelitian etnofarmasi di suku Osing menunjukkan hasil bahwa terdapat 8 jenis tumbuhan yang dipergunakan untuk pengobatan diare. Analisis menggunakan ICF (Informan Consensus Factor) dengan hasil 0,6 diartikan bahwa tumbuhan tersebut dipercaya dan dipakai sebagai pengobatan turun – temurun pengobatan diare. Pada analisis nilai PPV (Plant Part Value) yaitu untuk menghitung bagian tumbuhan yang digunakan diperoleh hasil sebesar 50% dari bagian daun, 23% dari bagian buah, 27% dari bagian rimpang. Fidelity Level (FL) untuk mengetahui jenis tanaman yang paling sering digunakan dalam mengobati diare dengan hasil tertinggi sebesar 100% dari antara lain tanaman Jambu Biji (Psidium guajava L.) dan Umbi Kayu/singkong (Manihot esculenta).






