Analisis Kadar Flavonoid, Fenolik, dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Tangkai Buah Cabe Rawit (Capsicum frutescens L.)
DOI:
https://doi.org/10.373013/xgepzm57Keywords:
Aktivitas antioksidan, Cabe rawit, Kadar flavonoid, Kadar fenolik, Metode ekstraksiAbstract
Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) diketahui memiliki banyak khasiat dalam pengobatan terutama buahnya. Namun tangkai buah cabai rawit belum diteliti secara mendalam dan hanya dianggap sebagai limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid, kadar fenolik, dan aktivitas antioksidan dari ekstrak tangkai buah cabai rawit. Ekstrasi sampel menggunakan maserasi bertingkat dengan bantuan sonikasi. Maserasi dilakukan dengan 3 pelarut berbeda yaitu n-heksana, etil asetat dan etanol dengan perbandingan 1:4 (b/v) lalu disonikasi (30 menit, 20-25°C, 42 kHz). Teknik spektrofotometri menggunakan microplate reader digunakan untuk menentukan kadar total flavonoid (KTF). Metode Folin-Ciocalteu untuk menentukan kadar total fenolik (KTFe). Metode DPPH dengan microplate reader digunakan untuk menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol. Kadar total flavonoid sebesar 30,333 ± 1,327 mgQE/g ekstrak, total fenolik sebesar 16,333 ± 0,890 mgGAE/g ekstrak dan IC50 sebesar 544,82 ± 0,01 µg/mL. Ekstrak etanol tangkai buah cabai memiliki aktivitas antioksidan yang lemah.






