IDENTIFIKASI INTERAKSI OBAT PADA PERESEPAN PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS X
DOI:
https://doi.org/10.373013/d2sp8553Keywords:
Interaksi, Obat, DiabetesAbstract
Indonesia menempati sepuluh besar negara yang memiliki populasi penderita Diabetes Melitus tertinggi di dunia, yakni peringkat ke 5 dengan kisaran angka 19,5 juta jiwa, dan diperkirakan pada tahun 2045 akan mengalami peningkatan menjadi 28,6 juta. Penyakit Diabetes Mellitus merupakan suatu penyakit kronis yang sering diiringi dengan komplikasi. Hal ini dapat berpotensi menyebabkan terjadinya interaksi obat. Interaksi obat dapat mempengaruhi respon tubuh terhadap pengobatan. Tujuan penelitan ini untuk mengetahui persentase potensi kejadian interaksi obat pada resep yang diterima oleh pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di salah satu Puskesmas di Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara retrospektif melalui penelusuran catatan penggunaan obat pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas X. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh resep pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 pada bulan April-Desember 2018. Hasil penelitian menunjukkan obat antihiperglikemi paling banyak diresepkan sebesar 38,89%, analgetik sebesar 16,20%, vitamin sebesar 14,2%, dan antihipertensi sebesar 12,19%. Jenis obat yang paling banyak digunakan pada resep yaitu metformin sebesar 18,98%, amlodipin sebesar 11,57%, dan parasetamol sebesar 8,64%. Potensi kejadian interaksi obat sebesar 62,5% resep. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan potensi kejadian interaksi obat secara farmakokinetik sebesar 1,36% kejadian, potensi kejadian interaksi obat secara farmakodinamik sebesar 46,94% kejadian, dan kejadian interaksi obat tidak ketahui sebesar 51,70%.






