Hubungan Usia dan Konsumsi Makanan Berlemak dengan Kolesterol Total Pada Lansia Kelurahan Serengan Surakarta

Authors

  • Cisillia Adhiyani Akademi Analis Kesehatan Nasional Surakarta Author

Abstract

Masa  lanjut  usia  membawa  penurunan  fisik  dan kecenderungan angka kesakitan meningkat, salah satunya penyakit jantung koroner.  Penyakit  ini  menjadi penyebab  utama  dari  total kematian penduduk Indonesia dan salah satu faktor resikonya adalah hiperkolesterolemia. Hiperkolesterolemia dipengaruhi diet, keturunan, usia, jenis kelamin, obesitas, stress, alkohol, dan aktivitas fisik. Penelitian  ini bertujuan untuk   mengetahui hubungan  usia   dan konsumsi makanan berlemak dengan kolesterol total.

Jenis penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Metode sampling menggunakan purposive sampling. Data penelitian dianalisis dengan program SPSS versi 16.0 Jumlah lansia laki-laki  13 orang dan lansia perempuan 88 dari total lansia n=101 orang. Lansia perempuan cenderung memiliki kolesterol total meningkat sejumlah 28 orang daripada laki-laki. Kisaran umur 55-64 tahun memiliki kadar kolesterol meningkat ada 16 orang dibandingkan umur lainnya. Lansia gemar konsumsi makanan berlemak memiliki kadar kolesterol total meningkat ada 21 orang, lansia yang tidak gemar konsumsi makanan berlemak ada 8 orang yang meningkat kolesterol totalnya. Hasil pemeriksaan kolesterol total terhadap 101 sampel darah didapat kadar terendah 107 mg/dl dan tertinggi 301 mg/dl dengan rata-rata 184 mg/dl. Lansia dengan resiko sedang PJK ada 19 orang dan resiko tinggi PJK ada 10 orang berdasarkan hasil kolesterol totalnya.

Hasil analisis  statistik  disimpulkan tidak  terdapat hubungan signifikan usia dengan kolesterol total (p=0.067; α=0.05), tidak terdapat  hubungan signifikan konsumsi makanan berlemak  dengan kolesterol  total  (p=0.057; α=0.05)  dan  tidak  terdapat hubungan signfikan usia, konsumsi makanan berlemak dengan kolesterol total (p=0.185; α=0.05)

Downloads

Published

15-10-2013