Uji Aktivitas Antijamur Fraksi Etanol Rimpang Temu Kunci (Boesenbergia pandurata (Roxb.) Schlecht) Terhadap Candida albicans dan Trichophyton mentagrophytes Beserta Profil Kromatografi Lapis Tipisnya

Authors

  • Dwi Saryanti Universitas Muhammadiyah Surakarta Author

Keywords:

Antijamur, Temu Kunci

Abstract

Di Indonesia penyakit kulit dan kuku karena infeksi jamur masih sering  dijumpai,  terutama  karena  udara  yang  lembab  dan  panas, tingkat kesehatan yang kurang dan sanitasi lingkungan yang buruk. Penyakit tersebut di antaranya disebabkan oleh Candida albicans  dan Trichophyton mentagrophytes.

Di sisi lain beberapa tanaman yang berasal dari suku Zingiberaceae, antara lain tanaman temu ireng, kunyit, temu giring dan temu lawak telah dibuktikan mempunyai aktivitas antijamur oleh peneliti terdahulu. Temu kunci merupakan salah satu tanaman yang berasal dari suku Zingberaceae, untuk itu telah dilakukan penelitian aktivitas fraksi etanol rimpang temu kunci (Boesenbergia pandurata (Roxb.) Schlecht) terhadap jamur Candida albicans dan Trichophyton mentagrophytes.  Uji  aktivitas  antijamur  dilakukan  dengan  metode dilusi padat.

Hasil uji menunjukkan bahwa KBM fraksi etanol temu kunci terhadap  pertumbuhan  jamur  Candida  albicans  dan  Trichophyton mentagrophytes  adalah sama yaitu 4%. Uji Kromatografi Lapis Tipis untuk meneliti kandungan senyawa dalam tanaman menggunakan fase gerak etil asetat : petroletum benzena (9:11) dengan pereaksi semprot vanilin-asam  sulfat  dan  fase gerak  etil  asetat:metanol:air (100:13,5:10) dengan pereaksi semprot sitroborat dan uap NH3. Profil kromatrogram  fraksi  etanol  temu kunci  menunjukkan bahwa  fraksi etanol temu kunci mengandung senyawa golongan terpenoid dan flavonoid.

 

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

15-10-2012